Perjalanan Mencari Guru Sabda Jati
Tuesday, 26 March 2013
Ini adalah perjalanan hidupku mulai jaman tretayuga sampai pada saat ini. Dimana jaman kalabendu jaman dimana kejahatan memakan kebaikan. Aku dulu adalah seorang dengan kehidupan yang berbeda-beda mulai dari petapa, kesatria, raja, panglima perang, penasehat raja dan pernah sekali bereinkarnasi menjadi sudra.
Namun di di setiap masa kelahiranku kembali aku selalu diasuh dan di latih oleh guruku yang sakti bijak cerdas dan tak terkalahkan. Walau pernah sekali leluhurku mengecewakannya pada jaman madya sehingga sang guru terpaksa meninggalkan anak asuhannya yang sangat beliau sayangi. Tapi itu semua adalah sebuah suratan takdir yang hanya makluk istimewa saja yang bisa merubah garis tangannya, seperti aku yang memiliki tatapan harimau. Dan senyuman kematian.
Hampir setiap hari aku memikirkan negri ini mungkin kuatanku yang sebenarnya belum berhasil ku bangkitkan tapi suatu hari nantu guruku yang bijak akan membatu keturunanku membangkitkan zaman dimana saat kerajaan wilwatika masih berdiri kokoh. Dan rakyatnya hidup rukun makan babi dengan lahap dan hari yang riang. Dengan kekuasan negara 2/3 dari bumi. Rakyatku tersenyum dan hidup makmur, negara memiliki kembali rajanya yang sama seperti kuat bagai harimau kejam seperti singa dan sangat mencintai rakyatnya.
Sulit dikatakan,hampir mustahil dilakuakan, mimpi menjadi kenyataan itu adalah hal yang dianugrahkan Tuhan kepada narendra wilwatika dan orang yang mencintai orang terkasih dan negaranya lebih dari nyawanya sendiri.
Tuhan juga menjanjikan nirwana kepada orang yang takut akan dia.
Namun di di setiap masa kelahiranku kembali aku selalu diasuh dan di latih oleh guruku yang sakti bijak cerdas dan tak terkalahkan. Walau pernah sekali leluhurku mengecewakannya pada jaman madya sehingga sang guru terpaksa meninggalkan anak asuhannya yang sangat beliau sayangi. Tapi itu semua adalah sebuah suratan takdir yang hanya makluk istimewa saja yang bisa merubah garis tangannya, seperti aku yang memiliki tatapan harimau. Dan senyuman kematian.
Hampir setiap hari aku memikirkan negri ini mungkin kuatanku yang sebenarnya belum berhasil ku bangkitkan tapi suatu hari nantu guruku yang bijak akan membatu keturunanku membangkitkan zaman dimana saat kerajaan wilwatika masih berdiri kokoh. Dan rakyatnya hidup rukun makan babi dengan lahap dan hari yang riang. Dengan kekuasan negara 2/3 dari bumi. Rakyatku tersenyum dan hidup makmur, negara memiliki kembali rajanya yang sama seperti kuat bagai harimau kejam seperti singa dan sangat mencintai rakyatnya.
Sulit dikatakan,hampir mustahil dilakuakan, mimpi menjadi kenyataan itu adalah hal yang dianugrahkan Tuhan kepada narendra wilwatika dan orang yang mencintai orang terkasih dan negaranya lebih dari nyawanya sendiri.
Tuhan juga menjanjikan nirwana kepada orang yang takut akan dia.
Subscribe to:
Comments (Atom)